kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bisnis sewa menyewa lewat dunia maya


Senin, 06 Januari 2020 / 17:26 WIB
Bisnis sewa menyewa lewat dunia maya
ILUSTRASI. Marketplace Cumi milik Christian Sugiono.

Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Teknologi digital benar-benar telah merasuki berbagai aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari. Semakin hari semakin banyak masyarakat di tanah air yang merasa lebih nyaman mencari berbagai produk kebutuhannya lewat kanal digital alias online.

Bahkan, bukan cuma sekadar untuk berjualan atau belanja produk, masyarakat juga memanfaatkan kanal digital untuk melakukan aktivitas sewa menyewa barang. Paling tidak, hal ini bisa dilihat dari terus menjamurnya perusahaan rintisan (startup) yang menyediakan jasa layanan sewa barang.


Tentu, potensi bisnis yang besar menjadi salah satu pemicu para pelaku bisnis startup kepincut menghadirkan platform marketplace sewa barang. Christian Sugiono, Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Cumi Teknologi Global Perkasa, mengatakan, tren sharing economy telah mengubah pola perilaku konsumen.

Potensi bisnisnya besar

Kini, masyarakat lebih memilih memenuhi berbagai kebutuhannya lewat sebuah aplikasi berbasis internet. Cara ini akan membantu mengurangi biaya ketimbang harus membeli semua keperluan itu langsung di tempatnya. Inilah contoh dari sharing economy yang sedang tumbuh di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia.

Menurut Christian Sugiono, potensi bisnis sharing economy nilainya diperkirakan tumbuh dari US$ 15 miliar atau sekitar Rp 211 triliun pada 2014 menjadi US$ 235 miliar (sekitar Rp 3.312 triliun) pada 2025. Potensi bisnis ini yang dibidik para penyedia platform marketplace sewa-menyewa barang.

Nah, siapa saja perusahaan rintisan yang menyediakan platform jasa sewa barang? Berikut ini beberapa di antaranya:

Rentist.id

Perusahaan rintisan ini berada di bawah bendera usaha PT Spesialis Rental Indonesia (Rentist). Rentist didirikan pada 2017 dan baru mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2018. Pendirinya adalah Alfie Raditya yang saat ini menjabat sebagai CEO Rentist.id.

Menurut pria yang akrab disapa Adit itu, Rentist hadir dengan mengusung konsep marketplace penyewaan berbagai kategori barang. Lewat aplikasi Rentist, mitra atau vendor bisa menawarkan berbagai barang sewaan kepada konsumen atau user aplikasi Rentist. "Jadi mereka tidak perlu investasi lagi untuk memulai usahanya. Dan, mereka juga bisa mencari penghasilan tambahan," kata Adit.

Saat ini Rentist menyediakan dua jenis fitur aplikasi.

Pertama, fitur khusus para pemilik barang sewaan. Di aplikasi ini terdapat fitur yang membantu pemilik barang menawarkan dan mengelola barang yang akan dipinjamkan.

Ahmad Rahman, Manajer Operasional Rentist.id, menuturkan, pihaknya hanya bertindak sebagai penghubung. Untuk itu, Rentist tak membatasi jumlah barang yang akan disewakan. Mitra vendor bisa memasukkan barang sebanyak-banyaknya. "Kami juga memberikan kebebasan kepada mitra untuk membuat kebijakan terkait sistem rental-nya sendiri," ungkap Rahman.

Kedua, ada fitur khusus untuk para peminjam atau penyewa barang. Di fitur ini, pengguna aplikasi Rentist bisa mencari atau memilih berbagai barang sewaan yang dibutuhkan.

Rahman menambahkan, ada 12 kategori produk atau barang yang bisa disewa atau disewakan lewat aplikasi Rentist.id. Mulai dari kendaraan bermotor seperti sepeda motor, mobil, mainan anak, lemari es untuk menyimpan susu (ASI), sampai barang-barang untuk keperluan meeting kerjaseperti proyektor. Konsumen bisa memilih jangka waktu sewa, dari harian, mingguan, atau bulanan.

Cara untuk menyewa barang di Rentist juga tidak sulit. Calon konsumen hanya tinggal mengunduh aplikasi Rentist.id. Setelah itu mengisi identitas diri dan melampirkan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat verifikasi akun. Cara yang sama juga berlaku bagi mitra vendor.

Untuk menyewakan barang miliknya, vendor tinggal mengunduh aplikasi Rentist.id. Setelah itu mengisi data-data aset selengkap mungkin. "Syaratnya hanya KTP untuk keperluan verifikasi dan nomor rekening agar kami bisa mentransfer dana dari hasil penyewaan barang," timpal Adit.

Dia menambahkan, manajemen Rentist tidak memungut biaya pendaftaran aplikasi, baik kepada pihak vendor maupun konsumen. "Kami tidak memungut biaya pendaftaran untuk vendor dan user. Kami hanya mengutip management fee sebesar 10% dari setiap transaksi sewa barang," imbuh Adit.

Sayangnya, Adit enggan membeberkan jumlah transaksi sewa barang lewat aplikasi Rentist per pekan atau per bulannya. Yang jelas, kata dia, saat ini jumlah vendor Rentist telah mencapai sekitar 13.000 akun. Sedangkan jumlah konsumen penyewa barang di Rentist yang terdaftar sekitar 1.200 akun.

Menurut Adit, sebagian besar vendor dan konsumen Rentist tersebar di Jakarta, Bogor, dan Bali. Rentist memang baru memfokuskan bisnisnya di Bogor dan Bali. Selama ini biasanya platform kami digunakan untuk menyewa barang keperluan liburan seperti kendaraan, atau orangtua yang masih memiliki bayi dan anak kecil untuk mainan anak, katanya.

Cumi.id

Rental marketplace yang berada di bawah bendera PT Cumi Teknologi Global Perkasa ini didirikan pada pertengahan 2018. Pendirinya adalah aktor sekaligus suami dari artis Titi Kamal, yakni Christian Sugiono yang menjabat CEO perusahaan, Yazid Faizin ((CMO), dan Pandu Wirawan Arief (COO).

Saat ini Cumi telah mendapatkan investasi dari para angel investor, yang merupakan pelaku di industri online teknologi Indonesia, yakni Danny Wirianto, Antonny Liem, Andrew Darwis, dan Reino Barack. Pada September 2019 lalu, Cumi juga sudah meraih pendanaan tahap awal dengan nominal tidak disebutkan dari East Ventures.

Kehadiran aplikasi sewa barang yang memiliki akronim kata cuma minjem (Cumi) ini terinspirasi dari tren dan perilaku konsumen Indonesia yang menuju era sharing economy atau ekonomi berbagi. "Cumi hadir untuk membantu pengguna menggunakan berbagai barang tanpa perlu membeli," kata Christian Sugiono.

Di sisi lain, lanjut dia, Cumi membuka peluang bagi para pemilik barang untuk meraih pendapatan tambahan dari menyewakan asetnya. Karena itu, Cumi membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi siapa pun untuk menjadi mitra kerjasama atau vendor sewa barang.

Syarat untuk menjadi vendor rental barang di aplikasi Cumi juga terbilang mudah. Vendor hanya diminta melakukan verifikasi nomor telepon seluler dan rekening bank untuk memastikan kebenaran identitasnya. Setelah itu, vendor bisa langsung mengunggah barang yang ingin disewakan, disertai dengan deskripsi jelas mengenai skema rental yang berlaku.

Anisah Daniar, Office Manager Cumi, menambahkan, saat ini total vendor Cumi yang telah terverifikasi jumlahnya mencapai 552. Sebagian besar vendor berasal dari wilayah Jabodetabek, Surabaya, Medan, dan Bali. Sementara itu, pengguna aktif aplikasi Cumi jumlahnya mencapai 6.500 user dengan rentang usia berkisar 25-45 tahun.

Saat ini, ada 12 kategori barang yang disewakan di platform Cumi.id. Di antaranya, kategori barang otomotif, peralatan pesta, kebutuhan ibu dan bayi, mainan atau hobi, kebutuhan travel, fesyen, elektronik, peralatan kantor, olahraga, hingga peralatan kesehatan.

Dari jumlah barang yang tersedia, menurut Anisah, yang paling banyak disewa pengguna ialah barang-barang kebutuhan traveling seperti wifi pocket dan winter jacket. Selain itu, barang kebutuhan pesta seperti sound system, screen, monitor, dan lampu LED, kata wanita yang akrab disapa Icha itu.

Bagi pengguna yang tertarik menyewa barang lewat aplikasi Cumi, cukup mengisi verifikasi data identitas diri seperti KTP, foto selfie ID, nomor telepon dan nomor rekening. Lalu penyewa tinggal mencari barang yang dibutuhkan dan berapa lama jangka sewanya. Ada sewa secara harian dan bulanan yang bisa dipilih pelanggan.

Adapun, metode pembayarannya bisa dilakukan via transfer bank, virtual account, kartu kredit, dan pembayaran lewat gerai-gerai minimarket. Dari setiap transaksi sewa barang, platform Cumi mengutip komisi sebesar 10%, dan dipotong dari uang yang didapat vendor.

Icha menuturkan, keunggulan yang ditawarkan aplikasi Cumi adalah memberikan keamanan dan kemudahan dalam proses sewa-menyewa. Sebagai sebuah marketplace penyewaan barang, Cumi mengumpulkan para vendor dalam satu platform, dan memungkinkan pengguna memiliki akses lebih luas dan pengalaman baik dalam menyewa sebuah barang.

Sebagai jaminan barang yang disewa kembali ke pemiliknya, pihak Cumi memberlakukan sistem keamanan. Di antaranya, Cumi memberlakukan sistem deposit untuk jaminannya kepada pihak penyewa. Uang deposit itu harus dibayar oleh pihak penyewa dan akan ditahan oleh pengelola Cumi.

Namun, uang deposit tadi akan dikembalikan lagi kepada pihak penyewa. Ini setelah vendor mengonfirmasi kepada manajemen Cumi bahwa barang yang disewa sudah dikembalikan dalam kondisi baik. Besaran deposit bisa dinegosiasi oleh pihak penyewa, tergantung dari kesepakatan masing-masing.

Sebelum sewa-menyewa, pihak Cumi akan mewajibkan para vendor dan penyewa untuk membaca syarat beserta ketentuan sewa-menyewa. Dengan begitu, para penyewa akan lebih berhati hati dalam menggunakan barang sewaannya. "Selain itu terdapat fitur review vendor untuk penilaian terhadap vendor yang sudah menyewa barangnya," ujar Icha.

Akusewa.com

Perusahaan rintisan yang berada di bawah naungan PT Akusewa Indonesia Sejahtera ini mulai beroperasi pada Mei 2018. Pendrinya adalah Guruh Heriansyah yang menjabat sebagai CEO perusahaan bersama tiga sahabat lainnya. Para pendiri Akusewa.com merupakan para profesional di dunia event organizer (EO).

Menurut Guruh, sebagai agregator penyewaan barang, Akusewa.com lebih fokus menyediakan jasa sewa barang untuk event EO. "Kami lebih fokus menawarkan jasa rental event equiment, di mana nilai dan tujuannya adalah untuk mempermudah pengguna mencari barang yang harganya terjangkau," kata Guruh.

Guruh bilang, saat ini Akusewa.com telah menjalin kerjasama dengan 56 mitra atau vendor peralatan EO. Dari vendor tersebut, ada sekitar 500 item produk yang bisa disewa pengguna untuk kebutuhan EO. Mulai dari soundsystem, lighting, handy talky, tenda dan peralatan pendukung lainnya.

Bagi pengguna yang ingin menyewa peralatan EO, kata Guruh, tinggal masuk ke aplikasi Akusewa.com. Di aplikasi ini, pengguna bisa memilih barang yang dibutuhkan. Selain itu, user juga juga bisa memilih harga sewa yang diinginkan sesuai bujet. Namun, ada minimal order, yakni Rp 1,5 juta.

Meski demikian, kata Guruh, ada konsumen yang menyewa peralatan EO hingga di atas Rp 500 juta. Biasanya ketika musim kampanye politik, ada konsumen yang sewa peralatan hingga ratusan juta rupiah. "Untuk event tersebut, konsumen bisa sewa berhari-hari dengan paket komplet," beber Guruh.

Setelah barang yang ingin disewa tersedia, lanjut dia, pihak Akusewa akan menghubungi langsung vendor untuk memenuhi permintaan konsumen. Setelah barang tersedia, Akusewa akan menghubungi konsumen lewat telepon atau email. Setelah oke, konsumen harus membayar uang sewanya.

Setelah membayar lewat rekening bank, konsumen akan mendapatkan email bukti pembayaran. Cuma, Guruh enggan membeberkan jasa komisi yang dipetik Akusewa.com dari setiap transaksi. Yang jelas, kata dia, omzet perusahaannya bisa tembus Rp 800 juta per bulan dari beberapa kali transaksi.

Guruh mengklaim, dalam setahun ada sekitar 500 konsumen yang memanfaatkan aplikasi Akusewa.com untuk menyewa peralatan EO. Sekitar 80% konsumen Akusewa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang purchasing. "Sebagian besar konsumen berasal dari Jabodetabek dan Bali. Ke depan kami akan masuk ke Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan," katanya.



TERBARU

×