kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Jualan motor klasik memang asyik


Senin, 06 Januari 2020 / 15:24 WIB
Jualan motor klasik memang asyik
ILUSTRASI. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) merilis Kawasaki W800 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. KMI meluncurkan produk untuk varian pasar klasik yang diciptakan sebagai bentuk penghormatan kepada Kawasaki legendaris W1, brand yan

Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Nuansa klasik atawa kuno, bagi sebagian orang, dapat membangkitkan romantisme masa lampau. Bukan hanya sebuah tempat yang bisa membangkitkan kenangan yang mengesankan, tapi juga produk. Mulai dari produk kebutuhan sehari-hari, karya seni, hingga kendaraan bermotor.

Nah, belakangan ini, sepeda motor bergaya klasik atau retro mulai marak ditawarkan produsen roda dua di Tanah Air. Para agen pemegang merek (APM) berlomba-lomba menghadirkan kembali sepeda motor model zaman old yang dibalut dengan sentuhan fitur-fitur modern.

Salah satunya PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), APM sepeda motor merek Kawasaki. Kamis dua pekan lalu (28/11), KMI meluncurkan sepeda motor klasik terbarunya dari keluarga W series, yakni Kawasaki W175 TR varian touring. Varian ini melengkapi jajaran motor retro Kawasaki di Indonesia.

Sebelumnya, pada November 2017, KMI telah merilis Kawasaki W175. Seri W175 ini merupakan sepeda motor berdesain klasik varian cafe racer. Dengan mesin berkapasitas 177 cc, Kawasaki W175 hadir dengan dua pilihan tipe, yakni varian Standard dan Special Edition.

Pada saat diluncurkan, harga W175 varian standar dibanderol Rp 29,8 juta, sedangkan varian SE Rp 38,8 juta. Semua harga on the road (OTR) untuk wilayah Jakarta. Sama dengan pendahulunya, Kawasaki W175 TR tersedia dua varian: standar dan SE. Tipe W175 TR standar dibanderol Rp 29,9 juta dan W175 TR SE Rp 32,3 juta (OTR).

Tentu saja, bukan tanpa alasan KMI tergiur memasarkan sepeda motor model klasik di pasar domestik. Kehadiran sepeda motor bergaya retro mendapatkan animo positif dari para bikers, sebutan pegiat sepeda motor.

"Tim research and development Kawasaki Heavy Industries kami di Jepang melihat tren retro di dunia ini akan bertahan cukup lama sekitar 10 tahun," tutur Michael Chandra Tanadhi, Head of Sales & Promotion Department PT Kawasaki Motor Indonesia.

Pendapat senada diungkapkan Ignatius Didi Kwok, General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM), APM sepeda motor Honda.

Menurut Didi, tren dunia kendaraan retro klasik kian besar. Termasuk di Indonesia. Penggemar sepeda motor model klasik tidak cuma dari kalangan orang tua, tapi juga anak muda generasi milenial, katanya.

 Si pitung bangkit lagi

Itu sebabnya, AHM juga tergiur mengail cuan di penjualan sepeda motor klasik. AHM mulai memasarkan motor retro sejak tahun 2010 dengan meluncurkan Honda Scoopy. Skuter matik ini diklaim memiliki karakter unik dengan desain retro-modern untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup kawula muda yang ingin tampil beda. Kami berusaha memenuhi permintaan masyarakat, imbuh Didi.

Tak puas hanya meluncurkan satu model, AHM kembali berupaya menjaring pelanggan sepeda motor klasik dengan merilis kembali Honda Super Cub C125 di ajang GIIAS 2018. Motor yang dibanderol Rp 59,2 juta ini punya desain sama dengan pendahulunya, yakni C70 yang dipasarkan di era tahun 1958.

Pada zaman baheula, di Indonesia, Honda C70 lebih dikenal dengan sebutan si pitung alias pitung puluh (70) dalam bahasa Jawa. Dengan desain yang merujuk 60 tahun lalu, Super Cub konsisten memberikan kenyamanan dan fungsi komuter, bahkan mengantar barang, tentu dengan perpaduan premium.

Honda Super Cub C125, kata Didi, diluncurkan untuk seluruh kalangan pengendara di wilayah perkotaan. Ini baik anak muda maupun dewasa yang menginginkan motor legendaris dengan desain timeless dan unik. Model ini diyakini mampu memenuhi kebutuhan gaya hidup yang modern di perkotaan.

Didi mengklaim, Super Cub 125 terus mendapatkan apresiasi dari para bikers di berbagai belahan dunia. Pada 2017, Honda Super Cub telah mencapai angka produksi ke-100 juta dan dipasarkan di lebih dari 160 negara. "Pencapaian ini membuat Honda Super Cub menjadi motor terlaris dengan orisinalitas desain yang ada," papar Didi.

Toh, AHM tidak asal tembak memasarkan sepeda motor retro. Didi bilang, sebelum memasarkan motor retro pertama kali pada 2010, AHM melakukan survei pasar terlebih dulu. Survei mengacu kepada permintaan masyarakat terhadap motor klasik. Hasilnya, konsumen di Indonesia saat itu butuh sepeda motor model klasik, tapi bergaya stylish dan modern.

Langkah serupa dilakukan KMI. Sebelum menjual motor retro, KMI melakukan survei dengan mendengarkan suara konsumen di Indonesia terkait kebutuhan produk retro. Dalam survei itu, muncul suara konsumen kalau mereka ingin motor retro dengan harga terjangkau.

Maklum, harga motor retro dinilai masih terlalu mahal untuk ukuran kantong orang Indonesia. Apalagi, penggemar retro biasanya akan memodifikasi lagi motor retronya. Paling tidak, hal ini pernah ditunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sempat blusukan menggunakan Kawasaki W175 yang dimodifikasi kembali.

Dus, sejak survei tersebut, KMI mencoba mendesain motor retro. Alhasil, pada 2014, KMI mulai memasarkan produk retro perdananya di pasar Indonesia. Kala itu, KMI memasarkan motor retro dengan nama Estrela 250 cc yang dibandrol Rp 65 juta. Penjualan Estrela tercatat 400 unit per tahun.

Strategi pemasaran

Hingga saat ini, kata Michael, pihaknya telah memasarkan tujuh model sepeda motor klasik, yakni W175,W175 cafe,W175 TR, W250,W800, W800 cafe, Z900 RS. "Target pasar yang kami bidik adalah bikers usia 2050 tahun," ungkap Michael.

Berbeda dengan KMI, AHM terbilang tidak terlalu agresif memasarkan motor retro. Hingga saat ini, kata Didi, AHM baru memasarkan tiga model sepeda motor klasik, yaitu Honda Scoopy, Super Cub (C125), dan Honda Monkey yang baru meluncur pada tahun ini dan dibanderol Rp 65 juta per unit.

Lalu, bagaimana strategi APM memasarkan sepeda motor retro di Indonesia? Untuk itu, ada sejumlah jurus yang dilakukan. Contohnya KMI. Menurut Michael, untuk mengedukasi pasar soal motor retro, pihaknya memanfaatkan semua jalur media komunikasi seperti sosial media dan media massa.

Sebelumnya, KMI juga membuat website sebagai teaser dengan nama Absolute Respect. Nama situs web itu sekaligus menjadi tagline motor resto Kawasaki yang menjunjung tinggi upaya saling respek dan persaudaraan (brotherhood).

Untuk media sosial, KMI memanfaatkan Instagram, Twitter, Facebook, dan YouTube dengan alamat semuanya @kawasaki_indonesia. Hasilnya cukup baik. "Sampai saat ini kami sudah memasarkan 30.000 unit motor klasik," kata Michael.

Ke depan, lanjut Michael, KMI berencana meluncurkan kembali produk motor retro terbaru. Sayangnya, Michael masih enggan berbagi info soal produk anyar tersebut. Yang jelas, kata dia, saat ini KMI masih dalam tahap diskusi dengan para stakeholder Kawasaki.

Strategi berbeda ditempuh AHM. Untuk menjaring konsumen motor retro, AHM berkolaborasi dalam beberapa kegiatan untuk mengenalkan produknya. Misalnya, dalam menyosialisasikan Super Cub C125 kepada masyarakat. AHM mempromosikan motor retro tersebut melalui ajang Custom Collaboration, yang merupakan ajang bertemunya para pegiat kreatif lokal dan lintas komunitas.

Selain itu, AHM menyediakan layanan pembelian dan purnajual lewat jaringan Big Wing. Ini adalah diler Honda untuk kelas premium. Saat ini, jumlah diler Big Wing sedikitnya 10 outlet yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

AHM juga mengandalkan Wing Dealer yang merupakan diler kasta menengah. Saat ini sedikitnya sudah ada 145 Wing Diler yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan strategi pemasaran dan layanan purna jual lewat jaringan diler, AHM berhasil menjaring pelanggan motor klasik. "Sampai Oktober 2019, kami telah memasarkan 729.022 unit Honda Scoopy, 471 unit Super Cub C125, dan 79 unit Honda Monkey," tandas Didi.



TERBARU

×