kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS917.000 -0,76%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sate Bang Romi, Bumbu Pekat lagi Nikmat


Senin, 02 Desember 2019 / 16:17 WIB
Sate Bang Romi, Bumbu Pekat lagi Nikmat
ILUSTRASI. Sate ayam Bang Romi di Jalan Biak, Cideng, Jakarta. KONTAN/Muradi/2019/11/14

Reporter: Fransiska Firlana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sate Ayam Bang Romi, salah satu sate ayam di Jakarta yang layak dicoba.

Sate ayam, salah satu jenis makanan khas Indonesia yang sangat mudah ditemui. Kuliner berbahan baku daging ayam yang dipotong-potong seperti dadu dan ditusuk pada bilah-bilah bambu lalu dibakar ini memang paling bisa dinikmati siapa pun.

Tapi tentu tak sembarang membakar daging ayam untuk mendapatkan citarasa yang digemari pembeli. Keutamaan dari sate ayam, biasanya, dilihat dari tingkat kematangan, keempukan daging, dan citarasa bumbunya.

Nah, Lokasinya ada di Jalan Biak No. 25 Cideng, Gambir, Jakarta.

Eh, jangan dibayangkan sate ini disajikan di kedai yang nyaman, ya. Sebab, Sate Ayam Bang Romi hanya menempati bibir jalan untuk memarkirkan gerobaknya.

Ya, sate ini memang dijajakan gerobakan. Tanpa tenda. Bahkan, kursi plastik yang disediakan hanya 6 kursi saja.

Tapi, sekalipun hanya dijajakan beratapkan langit, Anda harus bersabar untuk bisa menikmati seporsi sate madura ini. Maklum, hampir setiap hari pembelinya mengantre.

Tiap hari, ya, seperti ini. Antre terus, dari buka sampai tengah malam, ujar tukang parkir di area tempat gerobak sate Bang Romi diparkir.

Sate Ayam Bang Romi buka mulai jam setengah 8 malam sampai jam 5 pagi. Bila gerobak sudah terparkir, antrean pembeliannya tak pernah putus. Ketika KONTAN datang langsung ke lokasi, dalam kurun waktu tiga jam pembelinya tak pernah henti.

Yang sudah dapat pesanan satenya bisa menikmati di kursi plastik yang tersedia. Atau, makan di atas kendaraan mereka.

Nah, bagi yang belum mendapatkan pesanan, pasti akan mengerumuni gerobak sate yang berbentuk seperti kapal itu. Sekarang sudah pakai nomor antrean. Enggak ribut-ribut lagi kalau pesan, ujar seorang pembeli.

Sate racikan Romi Musleh ini memang bikin banyak pelanggannya ketagihan. Rata-rata yang datang ke gerobak sate itu sudah akrab dengan Romi, sang penjual. Saya bisa seminggu bisa dua kali makan di sini, ujar Aris, seorang pelanggan.

Selain karena citarasanya, ternyata sate ini juga murah. Hanya Rp 1.500 per tusuknya.

Duh, langsung saja, deh, pesan dan cicipi.

Ada tiga jenis sate yang ditawarkan Sate Ayam Bang Romi. Yakni, sate bumbu kacang, sate bumbu kecap, dan sate taichan. Satenya sendiri ada sate daging, sate kulit, dan sate jeroan.

Wuih, lihat gerobaknya saja sudah bikin penasaran, lo. Sebab, Romi sengaja memajang ribuan tusukan satenya tak hanya di etalase gerobak tapi juga hingga ke atap-atap gerobak. Benar-benar bikin penasaran.

Dari segi tampilan dan pengolahan, terlihat sate Bang Romi tiada beda dengan sate ayem lainnya. Tapi untuk ukuran Rp 1.500 per tusuk, potongan dagingnya lumayan besar. Per tusuknya ada sekitar 4 sampai 5 potong daging.

Proses pembakaran Sate Ayam Bang Romi pun sama saja. Sate yang masih mentah dibumbui kecap. Lalu dibakar selama 6 menit8 menit lantas dicelupkan pada bumbu kacang yang sudah ada di piring beralaskan daun pisang.

Pantas saja kalau dalam sehari 4.000 tusuk sate ludes terjual. Daging sate ini tingkat kematangannya pas. Manis dan dagingnya empuk. Apalagi ketika dipadu dengan bumbu kacangnya, amboi... makin nikmat.

Bumbu kacang yang disajikan terlihat sangat cokelat, pekat. Dan tidak terlalu banyak.

Sekalipun terlihat sedikit, ternyata bumbu itu bisa tersisa meski satenya habis. Ini karena bumbunya ini sangat kental. Dicocol sedikit saja ke daging atau lontong, bumbu ini sudah terasa banget. Manis dan gurihnya kacang klop banget.

Tak cuma sate ayam bumbu kacangnya saja yang enak, lo. Penggemar sate taichan racikan Bang Romi juga banyak. Maklum saja, daging ayam dibakar tanpa tambahan bumbu apa pun itu ketika sudah dibakar citarasanya memanjakan lidah. Gurih banget. Manisnya daging ayam terasa banget.

Nah, cocolan sambal taichannya nampol banget. Bikin lidah langsung bergetar.

Bahan baku pilihan

Romi yang ramah terhadap pembelinya ini mengatakan, untuk mendapatkan daging ayam yang manis dan empuk ketika dibakar, dia belanja ayam yang bobotnya 3 kilogram (kg). Dalam sehari, Romi bisa mengolah 35 ekor ayam untuk bahan baku satenya.

Sementara itu, bumbu kacang yang kental nan nikmat itu, menurut Romi, tidak hanya dibuat dari kacang tanah, tapi juga kacang mede. Saya kalau bikin bumbu kacang bisa sampai 8 kuintal. Paduannya 5 kuintal kacang tanah dan 3 kuintal kacang mede, kata lelaki kelahiran Madura, 5 Mei 1979 ini. Bumbu kacang sebanyak itu untuk stok selama satu minggu saja.

Saya enggak bohong, kalau tidak percaya bisa lihat facebook saya. Di situ ada video saya motong ayam dan bikin bumbu kacang, kata Romi dengan semangat.

Nah, buat Anda yang ingin datang mencicipi Sate Ayam Bang Romi ini bisa langsung ke lokasi setiap hari. Yang pasti, setelah datang langsung minta nomor antrean ke salah satu karyawan Bang Romi.

Soal tempat parkir, tak perlu risau. Di sini mudah mendapatkan tempat parkir, kok.

 

Alamat:

Sate Ayam Bang Romi

Jl. Biak Nomor 25, Cideng, Gambir, Jakarta (0812-8093-583)

Koordinat GPS:

-6.167839,106.8082016,15z


Tag


×